Engkau yang Penciptaku kepadaku menghidangkanmu
Engkau samudra teramat luas bagi penyelamanku
Engkau lautan yang begitu dalam tuk jangkauanku
Maaf atas keterbatasanku kini dan juga dulu
ke seluruh penjurumu menyelamimu kubelum mampu
Belum jua menghinggai ke kedalaman palungmu
Maafkan jika jauh dari kepatutan memperlakukanmu
| Salahsatu narasumber yang dihadirkan oleh KangAsep Community pada Kapita Selekta at Majlis Ilmu Zoom Meeting Ba'da Shubuh. |
Ini aku sedang mencoba berenang kembali
Setelah sekian lama nyaris tak ada peduli
Sahabat yang senasibku membersamai
Para pendosa yang dzolim terhadap diri
Betapa tak tahu malu mereka dan diriku sendiri
Berkumal dosa berdekil noda akan nikmat-Nya banyak
mengkufuri
Sok sok an berlomba dalam istighfar di sepertiga malam-Nya
yang sunyi
Akan maghfiroh-Nya kami masih merindui
Ba’da Shubuh berpeluh rindu
Kami berpadu bersihkan kalbu
Memungut setiap sisimu yang syahdu
Semampu kami dari sisi manapun itu
Mencebur mengitari sempurnamu
Menyenandungkan kidung indahmu
Semakin dalam kami menyelam
Berkilau dirimu nyaman kami tenggelam
Secantik simpanan di bagian terdalam
Memantrai kami kuat membekas bagai syaulam
sayangnya kami tak mampu menjangkau semua
hingga pun kami tak menyisakan jatah usia
tak kan pernah bisa kami singkap bersama
untuk semua rahasiamu yang sempurna
betapa nyata dan bukti teramat jelas
jutaan karya terlahir dari banyak penafsirmu yang antusias
Berjilid-jilid tafsir ditulis hingga berbekas
Bahkan sejak Rasul shollallohu 'alaihi wa sallam mengajarkannya sebegitu ikhlas
Kepada para sahabat mulia untuk seluruh akitifitas
Hingga zaman kuberada kau tetap ada
Inna Nahnu nazzalna adz zikra
Dia menurunkanmu ke duniaku yang sementara
Wa inna lahu lahafidhun.. dan DIA pula yang siap siaga
Oleh-Nya kau terjaga terpelihara
Semakin banyak kau ditafsir di setiap masa
Semakin engkau membuat takjubnya kita
Sekalipun inti penafsiran terhadapmu bisa jadi sama
Nuansa baru selalu ada dan mengemuka
Latar belakang para penafsirmu kuyakin beda
Kehidupan mereka dan lingkungan sosial beragam nuansa
Mereka yang dalam bahasa memang ahlinya
Tentu menafsirmu selaras bidang bahasa
Pun di bidang sains yang mereka punya
Kan menafsirmu dalam persfektif sains sepenuh jiwa
Mereka yang ahli di sisi falsafah adanya
Berkecenderungan mendekatimu dari sisi falsafah tentunya
Dan sebagainya dan seterusnya berkelanjutan tak jauh beda
Engkaulah kitab sebenar mukjizat
Semakin kudekat pengaruhmu bertambah hebat
Jiwaku tenang penuh makrifat
Menjadi modal hidup selamat
Di dunia kubaca bagi jiwa kau memikat
Di hari akhir kelak engkau kuharap jadi syafa’at
Bagi kelayakan hidupku hindari laknat menuai rohmat
0 comments:
Post a Comment