Betul sekali mengenai zonasi dan jumlah jam mengajar guru harus lebih ditata lagi.
- Sedangkan kurikulum merdeka menurut saya sudah merupakan langkah maju dari kurikulum darurat, dimana materi bisa dipilih prioritas yg cocok dengan lokasi sekolah
- pembelajaran proyek mungkin seperti membebani guru pada awalnya, tetapi saya kira ke depannya nanti kegiatan ini dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa, tentunya jika siswa sudah terbiasa belajar dengan menghasilkan suatu karya dalam proyek
Entah ada dimana makna dari 'merdeka' pada Kurikulum Merdeka. Apabila pada akhirnya harus ada keseragaman di sana-sini. Setiap perubahan apapun titik akhirnya ada pada guru yang langsung berinteraksi dengan siswa. Menurut saya, lebih baik memberikan pelatihan kepada guru tentang paradigma pendidikan yang sesuai dengan philosophy perkembangan anak khususnya religi dan sosial emosional, strategi yang mengarahkan pada kebutuhan keterampilan abad 21, dan kemampuan multiliterasi. Kurilulum apapun maka guru siap mengeksekusi sesuai tujuan akhir setiap bidang studi. Bukan lagi sibuk membuat administrasi mengajar yang baru terus. Walau lebih sederhana tetap saja harus dibuat baru.
Apakah tidak sebaiknya belajar dari negara-negara yang sudah maju dalam mencapai pengembangan SDM melalui pendidikan. Yang hampir menempatkan pendidikan sebagai sasaran utama tujuan prmbangunan sehingga tidak hanya berkutik di area sekolah tetapi keluarga dan komunitas masyarakat. Banyak perubahan tetapi serasa berjalan ditempat.
Mengutip dari Pak Indra: Buiseness As Usual With More Money.
Tentang Kurikulum Merdeka
Kenali prinsip pembelajaran yang berpusat pada murid dalam Kurikulum Merdeka.
No comments:
Post a Comment