Do'a yang pertama info/Hadits Nabi saw-nya didapat dari Riwayat Imam Al-Bukhari
Do'a yang kedua pun demikian, dari Riawayat Al-Bukhori
Enggak terasa ya, kita sudah masuk hari ketigabelas di bulan terakhir (Dzulhijjah) di tahun ini (1443 hijriyyah). Sebagai alumni romadhon semoga kita makin diberi kesabaran lebih oleh-Nya untuk menghadapi berbagai ujian, problem di bulan-bulan setelahnya. semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan berupa solving dari seluruh problem yang diujikan di hidup kita yang singkat ini. Romadhon telah berlalu kemudian Syawwal (bulan peningkatan).
Pernikahan Nabi kita, Rasulullah Muhammad SAW dengan 'Aisyah Rodhiyallohu 'Anha pun terjadi di bulan Syawal. Beberapa peperangan, seperti Khandaq, Uhud, dan Hunain, juga terjadi di bulan ini.
Hal bersejarah lainnya terkait bulan Syawal adalah kelahiran Imam Besar (Professor Doktor/Guru Besar) dalam bidang Hadits. Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Bukhari atau yang terkenal dengan sebutan Imam Bukhari, beliau lahir di bulan Syawal, tepatnya pada 13 Syawal 194 H di Bukhara, sebuah daerah di tepi Sungai Jihun, Uzbekistan (Asia Tengah/Selatan).
Semoga kita sebagai ortu zaman now dan juga pendidik era digital abad 21 ini, memiliki kegigihan berlebih dalam menuntut ilmu, dicintakan Allah dalam hidup berbudaya ilmiah, warroosikhuuna fie al ilm, rakus terhadap ilmu.
Bak Imam Bukhori yang lahir dengan lingkungan yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu. Bahkan Bukhoro (daerah kelahiran beliau) terkenal dengan banyaknya kelahiran para ilmuwan-ilmuwan Muslim.
Pengembangan Diri memang hanya bisa didapat dengan THOLAB ILMU. Kita yang semakin menua semoga semakin menunjukkan semangat dan aksi nyata dalam Pengembangan Diri, maka in syaa Allah akan terhindar dari KEKERDILAN DIRI. Alhamdulillah telah banyak sahabat ortu dan juga pendidik yang sudah merapat di majlis silaturahim and tholab ilmu khas komunitas KAUSAKu4NKRI. Minat gabung? Registrasi saja ke komunitaskangasep@gmail.com
Diri yang tidak kerdil berarti diri yang berkembang. Dengan banyaknya pencapaian prestasi hidup, semakin meningkatnya mutu atau kualitas kedirian kita, upgrading skill termasuk menguasai keterampilan khas abad 21, maka SEMAKIN BANYAK YANG BISA KITA PERBUAT UNTUK KEMANFAATAN AGAMA, UMMAT SERTA NKRI. Ya, seperti Imam Bukhari tersebut yang telah memberi kontribusi yang besar bagi perkembangan agama Islam dan ilmu pengetahuan karena rajin Tholab Ilmu.
Kita layak mensyukuri anugerah WAKTU yang Allah beri ke hidup kita. Betapa banyak orang-orang yang sudah mati, mereka merindukan dihidupkan kembali walau sebentar hanya untuk bisa beramal infaq shoddaqoh. Mereka ingin berbuat 'amal/aksi kesholihan di hidup yang sementara ini.
Kita mungkin pernah ngerasa ga punya apa-apa, pernah terjebak insecure, minder, enggak pedean, malu dan baperan ketimbang hidup berperan. Maka mari sadari bahwa setakpunya apa-apapun ternyata kita masih punya WAKTU/KESEMPATAN. Allah masih SABAR memberi peluang hidup.
Tadi malam kita disimulasikan oleh-NYA, agar merasakan sebentar akan kematian. Ya, tidur itu latihan mati. Mati kecil-kecilan. Ada kemiripan orang tidur dan orang mati.
Maka, pagi ini kita bersyukur karena ALLAH masih sabar menantikan perubahan kita. Allah masih mau memberi kesempatan kitu untuk bangun/hidup setelah tadi malam kita ditidurkan/mati kecil-kecilan.
Pertama, kita hamdallah. Kedua nyadar kita masih dihidupkan-Nya (belum mati). Ketiga yakin, bahwa ujung-ujunganya akan Come Back (kembali) kepada Allah Yang Maha Memberi Nikmat Hidup.
Yuks, siapkan bekal dan sebaik-baiknya bekal adalah TAQWA.
Demikianlah BUDAYA LITERASI edisi pagi ini.
Wassalaam, KAUSAKu4NKRI.
Garut 13 Juli 2022 Masehi.


No comments:
Post a Comment